November 15, 2021

Mengenal Lebih Dalam dengan Danny Masrin, Pemain Golf Indonesia Papan Atas

Nama Danny Masrin sudah malang melintang di dunia olahraga golf baik di dalam maupun luar negeri. Memulai karier sebagai atlet golf profesional sejak tahun 2015, pemilik nama lengkap Danny James Masrin ini telah mengukir berbagai prestasi dan masuk ke dalam jajaran pro golf player teratas di Indonesia. Bahkan, ia pun berhasil menempati urutan kedua sebagai golfer terbaik di Tanah Air ketika ia masih berusia 23 tahun.

Pada 2016, di tahun pertamanya sebagai pegolf professional, Danny telah mampu memenangkan tiga gelar nasional pada Indonesian Golf Tour (IGT), sukses mengikuti event Asian Tour di Indonesia dan beberapa kali di Asian Development Tour.

Perkenalan Danny dengan olahraga outdoor ini dimulai ketika ia duduk di bangku sekolah dasar, di mana dirinya kerap menemani sang ayah untuk bermain. Pada wawancara ekslusif kami, ia mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangatlah menyenangkan. “It was only a fun thing for me, I got to hit the ball”. Kendati demikian, Danny tak pernah berpikir untuk menjadi seorang atlet golf ketika tumbuh dewasa. Barulah ketika ia berkuliah di Amerika Serikat, dirinya bergabung dengan tim golf di kampusnya dan sejak saat itu ia tak pernah menoleh ke belakang.

Selain tetap berusaha untuk mempertahankan prestasinya, ikut bertanding di ajang Olimpiade juga merupakan salah satu impian terbesarnya. Saat ini, Danny sedang berfokus untuk bisa menembus jajaran 350 besar untuk bisa masuk ke dalam babak kualifikasi Olimpiade. “Tahun lalu saya berada di posisi 450. Sebenarnya, masih ada waktu untuk mengejar ketertinggalan. Namun, dengan adanya pandemi kesempatan untuk mengikuti turnamen sangatlah kecil.” Meskipun begitu, Danny terus membidik tujuan utamanya tersebut dengan optimis. “After all, Olympic is only 3 years away!”

Pada edisi Tatler Exclusive kali ini, Tatler Indonesia mendapatkan kesempatan untuk berbincang dengan Danny Masrin melalui sebuah Instagram Live mengenai perjalanan kariernya, pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai atlet dan rencana yang akan dilakukan untuk mewujudkan mimpi terbesarnya. Ia juga akan berbagi tips menarik untuk golfer pemula. Berikut petikannya.

Hi Danny. Apa kabar? Bagaimana pandemi dan PPKM ini mempengaruhi aktivitas berlatihmu?

Hi Tatler. Kabar baik. Seperti yang kita tahu, golf course sempat ditutup sementara selama satu bulan di masa PPKM, jadi ketika itu saya tidak bisa latihan sama sekali. Namun, saat ini saya sudah mulai berlatih meskipun hingga saat ini saya belum mendengar kabar kapan Asian Tour selanjutnya akan diadakan.

Masa pandemi merupakan waktu yang tepat untuk mengeksplorasi berbagai hal baru dan baru-baru ini saya mendengar bahwa kamu telah menyelesaikan S2 kamu. Boleh diceritakan sedikit mengenai hal tersebut?

Saya baru saja menyelesaikan gelar S2 Applied Leadership Management dari Thunderbird School of Global Management at Arizona State University. Sebenarnya keputusan ini saya ambil secara mendadak. Di bulan April tahun lalu, teman-teman dan keluarga memberikan saran kepada saya untuk melajutkan pendidikan dan kebetulan saya juga sempat berpikir untuk melakukannya. Namun, karena jadwal latihan yang padat saya sempat menundanya. Akhirnya karena di pandemi ini saya memiliki waktu luang, saya mengambilnya. Program S2 ini seluruhnya dilakukan secara daring dan hal tersebut memberikan keleluasaan kepada saya.

Berbicara mengenai perjalanan karir kamu, apa yang membuat kamu tertarik untuk menjadi seorang pro golfer?

Pada awalnya ayah saya yang memperkenalkan golf kepada saya. Waktu itu saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Namun sebenarnya saya tidak pernah berpikir untuk menjadi seorang atlet ketika tumbuh dewasa. Barulah ketika saya berkuliah di Amerika Serikat, saya bergabung dengan tim golf di kampus saya dan sejak saat itu saya tertarik untuk mendalaminya.

Apakah kamu masih mengingat turnamen pertamamu?

Turnamen pertama saya sebagai professional golfer di mulai pada bulan Januari 2016 di Malaysia. Pada waktu itu saya bertemu dengan seorang atlet asal Malaysia, Gavin Green, yang usianya sama dengan saya. Saya ingat waktu itu semua perhatian tertuju kepadanya karena ia juga merupakan next big star di negaranya. Namun, saya bermain dengan sangat baik pada saat itu dan berhasil menduduki peringkat atas leaderboard. Hal yang paling lucu dan mengesankan adalah ketika ayah saya bertanya kepada saya mengapa ia tidak menemukan nama saya pada bagian bawah score board. Lalu saya mengatakan padanya bahwa saya ada di urutan teratas.

Berbicara mengenai golf, saya perhatikan bahwa di negara lain olahraga ini sangat besar sementara di Indonesia sendiri regenerasi golf masih sangat kurang. Berdasarkan opini kamu, mengapa hal tersebut terjadi?

Golf is definitely a niche sport karena seperti yang kita tahu ada berbagai olahraga lainnya yang lebih diminati seperti sepak bola contohnya. Tapi kembali lagi, saya menyadari bahwa golf bukanlah olahraga yang murah dan seringkali diasosiasikan dengan kegiatan olahraga para orang tua dan pebisnis. Namun, di masa pandemi ini olahraga golf mulai banyak dinikmati semua kalangan, terutama anak muda and it’s great to see more people enjoying it.

Selain itu, jika dibandingkan dengan negara Asia lainnya seperti Thailand dan India, olahraga golf di Indonesia masih kurang memiliki dukungan dari berbagai pihak seperti pemerintah dan juga dari masyarakatnya sendiri. Namun, bukan tidak mungkin jika golf menjadi olahraga besar nantinya. Jadi, sebagai seorang pro golfer saya terus memberikan yang terbaik.

Lalu, apa harapan kamu kedepannya untuk olahraga golf di Indonesia?

Menurut saya, kita harus lebih banyak mengadakan junior tournament karena ketika saya tumbuh dewasa saya tidak banyak mengikuti turnamen serupa. Jadi, akan lebih baik jika para junior dapat merasakan juga pertandingan di samping latihan mereka.

Di usia 23 tahun, kamu sudah berhasil menduduki urutan kedua sebagai atlet golf terbaik di Indonesia. Apa rahasia di balik kesuksesanmu?

Sejujurnya, saya tidak pernah berfokus untuk menduduki peringkat pertama sebagai atlit golf di Indonesia tetapi lebih besar dari itu saya selalu berfokus untuk memenangkan turnamen dan merepresentasikan Indonesia dengan baik di mancanegara. Selain itu, sebagai sesama atlet kita harus bisa mendukung satu sama lain untuk lebih baik lagi.

Menjadi atlet bukan hal yang mudah. Dalam keseharian, kita banyak sekali menemukan atlet yang mengalami masalah dengan kesehatan mental. Sebagai pro golfer, bagaimana kamu menyeimbangkan kesehatan fisik dan mental untuk tetap tampil prima?

Sebagai seorang atlet, kita tidak hanya memiliki tekanan untuk selalu memberikan yang terbaik, tetapi juga ada tekanan terhadap rasa tanggung jawab untuk membawa nama bangsa. Saya sangat bersyukur bahwa pelatih saya sangat memperhatikan hal tersebut. Salah satu pesan yang selalu saya ingat adalah, ada beberapa hal yang dapat dikendalikan dan yang di luar kendali kita. Untuk itu saya belajar untuk mengendalikan ekspektasi dan menciptakan batasan yang sehat dalam profesi dan keseharian saya.

Belakangan ini banyak sekali orang yang ingin bermain golf atau sudah terjun langsung untuk bermain. Apakah kamu memiliki tips untuk para pemula yang baru saja belajar golf?

Golf is supposed to be enjoyable. Sama seperti olahraga lainnya, golf menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan. Yes, it’s a sport that people do professionally. But for beginners, this sport is a good opportunity to socialise. So don’t take it seriously, have fun and enjoy the game.

What’s next for Danny Masrin? Any tournaments or projects coming up?

Saat ini saya masih tetap berfokus pada latihan, menghabiskan waktu bersama keluarga dan juga mengurus bisnis keluarga. Selain itu saya juga ingin mewujudkan impian saya untuk dapat bertanding di ajang Olimpiade.

Tahun lalu saya berada di posisi 450. Sebenarnya, masih ada waktu untuk mengejar ketertinggalan. Namun, dengan adanya pandemi kesempatan untuk mengikuti turnamen sangatlah kecil. Meskipun begitu, saya tetap optimis.

Untuk menonton lebih lanjut mengenai wawancara kami dengan Danny Masrin, kunjungi IG Live kami berikut ini:

 

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Tatler Indonesia (@tatlerindonesia)

Share :