December 28, 2020

5 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat “New Normal” Travelling

Dengan mulai dibukanya tempat-tempat wisata di Indonesia, travelling ke luar menjadi salah satu hal menarik yang dapat dilakukan selama libur panjang akhir tahun ini. Namun, dengan pandemi yang masih berlangsung ini, traveler wajib memeriksakan kesehatan diri mereka sekaligus membawa barang-barang penunjang protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus COVID-19 ini. Tidak hanya masker dan hand sanitizer yang menjadi benda wajib untuk dibawa, 5 hal berikut ini mampu meminimalkan resiko penularan selama travelling di luar rumah. 

By Hesikios Kevin

 

Contactless Credit Card

Image by Prostock Studio



Uang kertas menjadi salah satu media penularan yang beresiko besar untuk memperluas penyebaran virus mematikan ini. Untuk itulah banyak merchant ataupun store offline yang menyediakan pembayaran dengan kartu ataupun uang virtual. Saat ini contactless credit card telah dianggap sebagai cara pembayaran yang lebih aman untuk mencegah penipuan sekaligus menjadi cara yang lebih aman untuk mencegah penularan. Hal ini memungkinkan traveler untuk tidak perlu menggunakan kartu melalui mesin yang sama dengan yang disentuh orang lain atau harus menyerahkan kartu kepada orang lain untuk melakukan pembayaran.

 

Mencari Tempat Bepergian dengan Rasio Kasus Rendah

Image by R.M. Nunes

Beberapa wilayah memiliki kasus penularan pandemi COVID-19 yang cukup rendah. Jika suatu destinasi memiliki sedikit kasus atau tidak ada kasus baru dalam beberapa minggu, peluang tertular virus di sana akan menjadi rendah. Agar tetap aman bepergian, selalu hindari tempat yang berpotensi dikunjungi orang banyak seperti bar, klub malam, taman hiburan, dan sejenisnya.  Carilah kegiatan seperti mendaki gunung, menjelajahi hutan, serta bersepeda di alam sekitar karena selain menyegarkan, tempat tersebut juga aman dari hiruk pikuk keramaian. 

 

Botol Minum Pribadi

Image by nensuria

Meskipun belum ada bukti yang menunjukkan ada orang yang tertular COVID-19 melalui air minum, beberapa tempat pengisian air minum gratis. Meskipun masih menyala, masyarakat juga mungkin enggan menggunakan fasilitas tersebut karena permukaan di sekitar air mancur termasuk tombol yang disentuh untuk menyalakan keran dapat menimbulkan risiko penularan. Untuk memudahkan perjalanan, belilah botol atau tumbler air besar yang dapat diisi ulang. Selain traveler mengetahui kebersihan air minum yang mereka isi sendiri, hal ini juga dapat mengurangi polusi plastik yang saat ini menjadi salah satu masalah terbesar di dunia.

 

Portable Charger

Image by Mahesh Patel from Pixabay

Bepergian dengan ponsel yang mati ataupun sekarat di tengah perjalanan menjadi salah satu masalah terbesar para traveler, dan diperparah ketika berada di dalam masa pandemi ini. Orang-orang akan ragu untuk meminjamkan ponsel atau pengisi daya merekya, sehingga menemukan sumber listrik untuk mengisi ponsel menjadi lebih susah—terlebih ketika saat masuk ke wisata alam. Untuk mencegah masalah itu terjadi, belilah power bank dengan daya kapasitas paling tidak 10000mAH agar baterai HP anda bisa tetap terisi penuh dalam 1 atau 2 kali pengisian daya. 

 

Tissue 

Image by 🎄Merry Christmas 🎄 from Pixabay

Tissue pribadi menjadi hal yang baik untuk dimiliki selama bepergian saat ini. Tissue dapat digunakan sebagai pelindung tangan ketika bersin ataupun batuk. Tidak hanya itu, traveler juga dapat menggunakannya untuk mengambil atau menyentuh barang yang cenderung menjadi sarang bakteri seperti remote TV kamar hotel. Sediakan dua pack tissue kering dan basah untuk mencegah kehabisan tissue ketika berada di tengah jalan.

 

Share :