July 15, 2021

5 Hal yang Wajib Kamu Perhatikan Selama Masa PPKM Berlangsung

Selama masa PPKM di Jakarta berlangsung, rumah menjadi salah satu tempat teraman untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Namun, protokol kesehatan tetap harus dilakukan di dalam rumah  untuk semakin mempersempit kemungkinan tertularnya virus Covid-19. Penghuni rumah pun juga harus selalu siap sedia dengan alat kesehatan seperti Oximeter ataupun tabung oksigen untuk mengantisipasi apabila ada salah satu anggota keluarga yang mengalami gejala dari virus tersebut. Tatler Indonesia merangkum 5 hal penting yang wajib kamu perhatikan selama masa PPKM berlangsung. 

by Hesikios Kevin

 

Menyantap Makanan Kaya Protein untuk Kesehatan Darah

Photo by logan jeffrey on Unsplash

 

Dalam masa pandemi ini, banyak sekali para pasien yang membutuhkan suplai plasma darah dalam jumlah yang tergolong sangat besar. Namun, jumlah pasokan darah semakin lama semakin menipis dikarenakan banyak sekali pasien yang tidak hanya membutuhkan darah, namun harus dicocokan dengan riwayat pendonor itu sendiri. Selain menerapkan gaya hidup sehat, menyantap makanan berprotein tinggi sangat baik untuk menjaga kesehatan darah. Hal ini dikarenakan protein berperan besar bagi tubuh manusia, seperti memperbaiki jaringan tubuh dan membentuk enzim, hormon, serta antibodi. Tidak hanya itu, dengan darah yang sehat kamu bisa berkontribusi untuk kemanusiaan dengan cara mendonorkan darah ke Palang Merah Indonesia atau rumah sakit terdekat. 

 

Melakukan Nasal Washing

Image by pyxis.nymag.com

 

Untuk memperkecil resiko tertular virus Corona dengan berbagai variannya, dokter tidak hanya menyarankan untuk menggunakan double masker ketika keluar dari rumah, namun juga untuk melakukan nasal washing atau mencuci hidung. Walaupun memang belum ada penelitian lebih lanjut, namun cara ini dapat menjaga kesehatan hidung dari paparan bakteri, virus, ataupun partikel yang tidak sengaja kita hirup. Terlebih lagi, cuci hidung ini bisa dilakukan dirumah dengan menggunakan larutan yang mengandung NaCl dengan konsentrat 0,9%. Dikutip dari website https://fk.ui.ac.id/,  Dr. dr. Retno S. Wardani, SpTHT-KL(K) dari Divisi Rinologi, Departemen THT-KL FKUI-RSCM menjelaskan juga untuk tidak melakukan cuci hidung dengan garam dapur karena sudah sudah difortifikasi dengan yodium dan bisa merusak selaput lendir. Untuk melalukan cuci hidung, cukup lakukan dua hari sekali agar fungsi alami di dalam hidung tetap terjaga.

 

Memiliki Alat Pengukur Kadar Oksigen atau Oximeter

Photo by Mockup Graphics on Unsplash

 

Oximeter, atau alat pengukur kadar oksigen dalam darah, menjadi alat yang krusial untuk dimiliki dalam masa pandemi seperti ini. Apabila penghuni rumah secara rutin dapat mengecek kadar saturasi oksigen mereka, maka para anggota keluarga cenderung bisa lebih cepat mengetahui seberapa tinggi saturasi oksigen dalam tubuh dan tahu kapan harus pergi ke rumah sakit atau tidak. Dengan tingginya permintaan pasar terhadap oximeter, sangat penting untuk bisa mendapatkan alat yang asli. Untuk mengetahui cara membedakan oximeter palsu atau aslinya, seseorang bisa memasukan pensil ke dalam tempat yang telah disediakan. Apabila pensil tersebut bisa memunculkan kadar oksigen, maka sudah jelas bahwa alat tersebut adalah palsu. 

 

Mempersiapkan Tabung Oksigen di Rumah

Photo by Samuel Ramos on Unsplash

 

Dengan melonjaknya kasus Covid-19 sebelum masa PPKM dilaksanakan, tabung oksigen menjadi incaran para warga sebagai bentuk persiapan dalam menangani pandemi. Tabung oksigen ini sangat diperlukan ketika saturasi oksigen dalam tubuh menurun. Apabila saturasi oksigen memiliki kadar 93% ke bawah, sangat dianjurkan untuk bernapas melalui tabung oksigen sebagai pertolongan pertama sebelum dibawa ke rumah sakit untuk pengecekan lebih lanjut. Sebagai bentuk antisipasi, persiapkan paling tidak 2 tabung gas oksigen di dalam rumah. Sebagai bentu simpati di era yang sulit ini, direkomendasikan untuk membeli tabung oksigen sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan agar tidak terjadi kelangkaan dan pihak yang membutuhkan bisa mendapatkan tabung tersebut dengan cepat. 

 

Melakukan Tes PCR Secara Rutin

Photo by Mufid Majnun on Unsplash

 

Untuk tetap bisa mengetahui apakah kita tertular virus covid-19 atau tidaknya, sangat disarankan untuk melakukan PCR reguler per 2 minggu sekali. Dengan melakukan PCR secara rutin, kita bisa mengetahui secara pasti CT Value beserta info info medis lainnya terkait dengan virus corona. Dengan mengetahui kondisi kesehatan tubuh secara teratur, masyarakat tidak hanya dapat melindungi keluarga yang mereka sayangi, namun juga turut serta dalam menurunkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia. 

 

Share :