December 01, 2020

5 Jenis Kebiasaan Yang Memicu Kebotakan Dini 

Dari jaman dahulu sampai ke peradaban modern, rambut masih menempati posisinya sebagai mahkota pria dan wanita. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan aktivitas yang tidak menyehatkan, banyak sekali faktor yang membuat rambut menjadi rapuh bahkan memicu kebotakan dini. Kesehatan personal dan gaya hidup secara umum adalah faktor kedua terbesar yang berkontribusi terhadap kerontokan rambut. Berikut adalah 5 kebiasaan yang mempengaruhi pertumbuhan rambut. 

by Hesikios Kevin

Image by Gary John Norman

 

Obesitas

Image by Michal Jarmoluk from Pixabay

Obesitas tidak hanya buruk untuk bagian pinggang ke bawah namun juga berkontribusi pada kerusakan rambut. Hal itu dikarenakan obesitas mengacaukan produksi hormon seseorang. Produksi tiroksin dan insulin yang dihasilkan tubuh bisa mengalami tekanan yang parah saat seorang individu mengalami kelebihan berat badan. Ketidakseimbangan hormon ini menciptakan reaksi berantai di seluruh tubuh, diantaranya dapat menyebabkan penipisan karena menghambat proses pertumbuhan helai rambut baru. Tidak hanya itu, obat untuk mengurangi dampak dari tekanan darah yang berlebihan dan kolesterol juga memiliki efek samping yang membuat seseorang mengalami kerontokan rambut, sehingga memperparah keadaan rambut yang sudah bermasalah. 

 

Merokok

Image by Free-Photos from Pixabay

Merokok selain membahayakan paru-paru, juga memberikan dampak buruk pada pertumbuhan rambut dan area kepala. Zat kimia yang dihasilkan oleh rokok mempersempit pembuluh darah di seluruh tubuh, dimana kebutuhan folikel rambut akan suplai darah segar yang membawa nutrisi agar tetap sehat menjadi terhambat. Selain itu, rokok juga memperlambat dan membuat pertumbuhan rambut menjadi lebih sulit, sehingga rambut yang sudah rontok tidak tergantikan oleh sel rambut baru.

 

Diet yang Tidak Seimbang

Image by Marcel Gnauk from Pixabay

Untuk mendapatkan rambut yang sehat, kuat, dan bercahaya, diperlukan diet makanan yang sehat dan seimbang. Namun dengan pesatnya pertumbuhan junk food disertai dengan tipisnya waktu untuk beristirahat, banyak dari masyarakat yang mengkonsumsi makanan tanpa memperhatikan keseimbangan gizinya. Protein dan zat besi adalah bahan penting dalam resep apa pun untuk mendapatkan rambut sehat. Pastikan untuk mendapatkan cukup magnesium, seng, dan kalsium dalam diet harian karena kekurangan seng dapat menyebabkan rambut kering dan rapuh sehingga rambut akan mudah patah.

 

Kondisi Kulit

Image by Sirinate Kaewma / EyeEm

Kulit kepala adalah salah satu bagian yang sensitif. Apabila kulit kepala kurang diperhatikan kebersihanya, seperti membiarkannya berminyak terus-terusan dan malah mencuci rambut akan mengakibatkan gangguan kulit yang berdampak pada pertumbuhan rambut. Dermatitis seboroik adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh jamur yang menggerogoti sebum rambut alias minyak alami yang melindungi rambut. Penyakit kulit ini dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan gatal, bersisik, dan kemerahan, sehingga membuat rambut menjadi lemah dan gampang rontok, terutama apabila penderita menggaruk rambut terus-terusan. 

 

Kekurangan Asam Amino dan Omega-3

Image by Science Photo Library



Asam Amino dan Omega-3 berperan penting berperan penting untuk menjaga kesehatan membran sel, yang merupakan bagian terbesar dari kulit Anda. Membran sel yang sehat menghasilkan kulit yang lembut, lembab, kenyal, dan bebas kerut. Kandungan DHA dan EPA sebagai lemak Omega-3 juga bermanfaat bagi kulit seperti mengelola keseimbangan produksi minyak dan hidrasi kulit kepala dan mencegah hiperkeratinisasi folikel rambut, yang muncul sebagai tonjolan kecil berwarna merah yang sering terlihat di lengan atas. Untuk memenuhi kebutuhan asam amino dan omega-3, sering-seringlah mengkonsumsi makanan laut dan biji-bijian seperti biji chia dan kacang kedelai. 

 

Share :