June 26, 2020

5 Tips Berjualan Kue Kering Secara Online Saat Pandemi

Di tengah masa yang penuh tantangan ini, banyak sekali karyawan perusahaan yang dirumahkan akibat penurunan ekonomi dikarenakan oleh pandemi COVID-19. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, sebagian dari masyarakat pun memilih untuk berwirausaha dan menjual dagangannya secara online di berbagai platform. Salah satu jenis bisnis online yang banyak dijalankan saat ini adalah berjualan makanan, khususnya kue kering. Kue kering menjadi snack favorit banyak orang karena selain rasanya yang gurih dan crispy, kue kering memiliki ketahanan yang cukup lama. Berikut adalah 5 tips agar bisnis kue kering yang dijalankan aman dan memiliki banyak peminat.

by Hesikios Kevin

Image by congerdesign from Pixabay

  1. Menjual Berbagai Varian Kue Kering

Ada banyak varian kue kering yang banyak dijual di berbagai platform online shop. Mulai dari kue putri salju sampai biskuit coklat, semua memiliki variasi  dan keunikan rasa tersendiri. Agar barang dagangan yang dijual mampu menarik banyak minat calon pembeli, menentukan dan membuat berbagai macam varian kue kering menjadi faktor yang penting karena tiap pembeli mempunyai selera masing-masing. Dengan banyaknya varian yang ditawarkan, calon pembeli kemungkinan akan memborong banyak dari satu toko dibanding membeli kue kering dari beberapa toko lain.

Image by Cegoh on Pixabay

  1. Menggunakan Design Packaging yang Modern

Di era modern ini, kemasan makanan tidak hanya berfungsi sebagai wadah penyimpan makanan, namun juga dapat mempengaruhi minat konsumen dalam membeli kue kering tersebut. Kue yang difoto dengan packaging cantik dengan angle terbaik tentunya akan membuat orang penasaran dengan isi dan deskripsi dari product tersebut dibanding dengan foto kue yang berada di dalam toples biasa. Untuk mendapatkan inspirasi bagaimana cara mepercantik kue yang akan dijual, penjual bisa mendapatkan berbagai ide dari berbagai social media seperti Instagram, Pinterest, atau bahkan TikTok.

Image by silviarita on Pixabay

  1. Mempertahankan Kualitas Rasa

Selain varian dan packaging yang cantik, tentunya semua itu akan sirna apabila rasa yang ditawarkan tidak sebanding dengan harga dan desainnya. Pembeli tentunya akan rela untuk melakukan repeat order apabila kualitas yang ia makan setara dengan uang yang dia keluarkan. Oleh karena itu sebelum menjual, ada baiknya membuat riset untuk mengetahui seberapa enak kue yang akan dijual dengan membagikan sample kue kering tersebut ke beberapa orang untuk mengetahui kelebihan dan kelemahannya. Jangan lupa untuk terus memperkaya pengetahuan akan kue kering dengan banyak membaca resep-resep baik yang tercantum di dalam buku-buku maupun hasil browsing dari internet.

Image by StockSnap from Pixabay

  1. Memasang Harga yang Kompetitif

Para pembeli tentunya akan membeli kue kering yang memiliki harga terjangkau dan rasa yang enak. Harga murah bukan berarti tidak enak, dan harga mahal tidak menjamin kualitas kue tersebut lebih tinggi dari kue yang murah. Karena itu ketika menentukan harga, penjual harus menyiasati cara agar bisa menjual kue yang enak, namun harga tetap bersahabat. Salah satu contohnya adalah dengan menggunakan bahan baku yang berkualitas tinggi, namun ukuran kue kering atau jumlah kue kering yang didapat diperkecil atau dibatasi. Dengan begitu, pembeli bisa mendapat kue yang enak namun sesuai dengan harga yang dia dapatkan. Tidak perlu takut bahwa akan sedikit pembeli yang akan kembali memesan, karena mempertahankan kualitas lebih baik dibandingkan menurunkan kualitas untuk memberikan jumlah kue yang lebih banyak.

Image by pasja1000 from Pixabay

  1. Memberikan Promo

Ketika berdagang, salah satu hal yang menarik di mata pembeli adalah seberapa besar promo yang ditawarkan ketika membeli di toko tersebut. Untuk mendapatkan banyak pembeli, penjual bisa memberikan promo atau memanfaatkan promo dari e-commerce yang digunakan untuk berjualan. Penjual bisa memberikan berbagai potongan harga seperti “Beli 5 Gratis 1” ataupun memanfaatkan promo gratis ongkir kirim dengan pembelian minimum sebesar Rp 500,000 atau semacamnya.

Image by Rudy and Peter Skitterians from Pixabay

Share :