December 12, 2020

Exclusive Interview: Perjalanan Karir Rio Dewanto di Dunia Bisnis dan Seni Peran

Bagi para pecinta film Tanah Air, nama Rio Dewanto tentunya sudah tidak asing lagi didengar. Selain disibukkan dengan karirnya di dunia peran, suami dari Atiqah Hasiholan ini juga merupakan seorang pebisnis dan produser film. Memulai debut aktingnya di industri perfilman pada tahun 2011 lalu, Rio kini sudah membintangi lebih dari 30 judul film dan FTV. Pada wawancara ekslusif Tatler kali ini, Rio Dewanto berbagi pengalamannya mengenai karirnya di dunia perfiman sebagai aktor dan produser film, bisnis serta berbagai rencana menarik yang ingin direalisasikan.

by Diella Yasmine

Photo by riodewanto

 

Hi Rio apa kabar? Sedang sibuk apa belakangan ini?

Hi Tatler. Kabar saya baik sekali. Saat ini saya sedang disibukkan dengan kegiatan kantor karena sekarang saya memegang tanggung jawab baru sebagai CEO Filosofi Kopi dan sedang melakukan syuting untuk pembuatan film yang ketiga. Jadi selain disibukkan dengan internal perusahaan, saya juga sekaligus bermain dan memproduksi film terbaru ini.

Saat ini banyak sekali aktor muda yang datang silih berganti di industri hiburan kita. Bisa ceritakan perjalanan kamu menjadi seorang aktor? Bagaimana awal mulanya masuk ke dunia peran?

Dulu pertama kali terjun ke dunia seni peran saat saya sedang mengambil kuliah advertising di salah satu kampus di Dharmawangsa. Ketika sedang proses kuliah advanced diploma ini, saya diajak oleh seorang teman untuk mencoba casting. Setelah mencoba beberapa casting dan pernah ditolak, akhirnya pertama kali keterima saya langsung main di film-nya Joko Anwar “Pintu Terlarang” dan di film-nya Ody C. Harahap “Ratu Kosmopolitan” tapi hanya satu scene saja. Lalu setelah itu tawaran mulai banyak datang dan saya sempat main sinetron juga di Multivision dan di MD. Orang-orang pertama kali kenal nama saya waktu itu karena saya sempat bermain di sebuah FTV di salah satu production house DSX. Selanjutnya saya diberi kesempatan untuk memerankan pemain utama dan dari situ mulai banyak mendapat tawaran main film dan memiliki porsi yang cukup banyak. Seperti di film-nya Hanung Bramantyo judulnya “Tanda Tanya.” Dari situ baru saya main di beberapa film seperti “Arisan 2,” “Garuda Didadaku,” “Modus Anomali” dan yang lainnya.

Setelah bermain di banyak film dengan berbagai karakter yang berbeda, Rio termasuk salah satu aktor yang cukup handal beradaptasi dengan peran yang dimainkan. Menurut kamu faktor penting apa yang harus dimiliki seorang aktor untuk mencapai kesuksesan?

Saya yakin setiap aktor memiliki metodenya masing-masing. Cara mereka berproses, memilih sebuah karakter, membangun karir mereka, pastinya mereka memiliki cara idealnya masing-masing. Tapi yang saya lakukan adalah mengkurasi projek yang ingin saya mainkan dan kerjakan. Karena ada beberapa projek yang saya kerjakan tanpa saya kurasi dan akhirnya saya sendiri merasa terbebani dan tidak enjoy melakukannya. Setelah projek tersebut selesai dan saya coba tonton lagi, saya belajar banyak sekali untuk memperbaiki diri sehingga ketika saya dihadapkan pada suatu keadaan seperti ini saya sudah tahu harus bertindak apa.

 

Image by riodewanto

 

Selain menjadi aktor, saat ini kamu juga bekerja sebagai film produser. Boleh di share sedikit bagaimana pengalaman kamu menjadi produser? Pelajaran apa yang didapatkan dari bekerja bareng dengan para sutradara?

Menjadi produser tentunya sangat menyenangkan karena ada banyak hal baru yang bisa dieksplorasi dan digali. Selain itu saya juga banyak belajar dari para sutradara dan pekerja seni lain yang terlibat. Film menurut saya merupakan sebuah kerja kolektif. Meskipun sutradara menjadi nahkoda dalam sebuah pembuatan film, tapi masih banyak kru-kru lain yang juga sama pentingnya di mana saya dapat belajar banyak hal.

Apa arti kesuksesan bagi seorang Rio Dewanto?

Menjalani apa yang saya suka dan nikmati.

 

Image by riodewanto

 

Apa rencana kamu ke depan? Apakah ada projek baru yang sedang dilakukan?

Saat ini ada beberapa projek yang sedang ingin direalisasikan, salah satunya adalah film ketiga Filosofi Kopi yang sudah masuk proses syuting saat ini. Semoga di tahun depan film-nya bisa ditonton dan semoga bioskop juga mulai beroperasi. Dari sisi bisnis, semoga kedepannya juga akan berjalan lancar karena di tahun ini ada banyak sekali rencana-rencana menarik yang akan kami hadirkan.

Share :