February 26, 2021

Mengenang 175 Tahun Kelahiran Sang “Raja Desainer”

Wilhelm Maybach (9. Februar 1846 bis 29. Dezember 1929). Signiertes Porträtfoto. (Fotosignatur der Mercedes-Benz Classic Archive: A2002F640)
Wilhelm Maybach (9 February 1846 to 29 December 1929). Signed portrait photograph. (Photo signature in the Mercedes-Benz Classic archive: A2002F640)

 

Sebagai pionir mobil mewah asal Jerman, siapa sangka bahwa ada kontribusi seseorang yang pernah menjadi pembuat manisan di balik DNA desain mesin Mercedes-Benz? Adalah Wilhelm Maybach, seorang Jerman kelahiran Heilbronn 175 tahun yang lalu; tepatnya pada tanggal 9 Februari 1846. Jalan hidup Maybach bukanlah jalan hidup yang mudah. Tahun 1854 Maybach kehilangan ibunya dan dua tahun kemudian kehilangan ayahnya. Ia kemudian tinggal di Bruderhaus (“house of brothers”) di Reutlingen, sebuah lembaga yang didirikan oleh Teolog protestan Gustav Werner dan istrinya Albertine. Bruderhaus menjalankan rumah, sekolah dan juga pabrik untuk para yatim piatu. Di sini lah awal  dari segalanya bermula.

Di Bruderhaus, Maybach dilatih sebagai pembuat roti dan kue manis. Namun, Pendeta Werner melihat bakat keahlian teknik Wilhelm yang luar biasa dan memutuskan untuk mengasuhnya. Maybach lantas memulai program magang di departemen gambar pada pabrik mesin pada tahun 1861, di mana ia mempelajari, fisika, matematika, menggambar bebas, serta bahasa Inggris dan Perancis. Pada tahun 1863, Gustav Werner merekrut insinyur Gottlieb Daimler sebagai pengawas di “Vereinigte Werkstätten” Bruderhaus (bengkel gabungan). Di bawah pengawasannya, Maybach mulai mengembangkan keterampilannya.

 

Wilhelm Maybach (9. Februar 1846 bis 29. Dezember 1929), vorn auf dem Beifahrersitz in einem Mercedes-Simplex 18/22 PS. Foto aus dem Jahr 1903 im Fabrikhof des Cannstatter Werks der Daimler-Motoren-Gesellschaft. Hinter Maybach im Fond Adolf Daimler und Vorstandsmitglied Gustav Vischer. (Fotosignatur der Mercedes-Benz Classic Archive: C36871)
Wilhelm Maybach (9 February 1846 to 29 December 1929), on the front passenger seat of a Mercedes-Simplex 18/22 hp. Photograph from 1903 taken in the factory yard of Daimler-Motoren-Gesellschaft’s Cannstatt plant. Adolf Daimler and member of the ex ecutive board Gustav Vischer are seated behind Maybach in the rear. (Photo signature in the Mercedes-Benz Classic archive: C36871)

 

Maybach mengikuti Daimler untuk menjadi kepala departemen Deutz Design pada tahun 1873. Daimler sudah memiliki visi mengenai mesin pembakaran yang kompak dan cepat yang juga cocok digunakan pada kendaraan-kendaraan saat dia bekerja di Deutz. Namun, dia tidak dapat mewujudkan idenya di perusahaan tersebut. Pada pertengahan 1882, Daimler meninggalkan Gasmotoren-Fabrik Deutz untuk mengejar karir wiraswasta di daerah Cannstatt. Pada April 1882, dia berhasil menandatangani kontrak kerja dengan Wilhelm Maybach. Di sinilah Maybach dan Daimler mewujudkan impian para pionir otomotif tentang mobilitas bermotor “di atas air, di darat, dan di udara” menjadi nyata: dari tahun 1882, sampel pertama mesin bensin yang bekerja cepat dikembangkan di rumah Daimler di Taubenheimstrasse 13. Maybach melanjutkan untuk memajukan teknologi otomotif dengan berbagai desain, seperti transmisi empat percepatan, transmisi roda gigi yang dapat digerakkan, dan mesin-V dua-silinder (dibuat berdasarkan lisensi Peugeot tahun 1890).

 

Wilhelm Maybach (9. Februar 1846 bis 29. Dezember 1929), Zweiter von rechts, bei einer Fahrt des vom Daimler-Motor angetriebenen Motorboots auf dem Neckar bei Cannstatt im Jahr 1886. Links von Maybach sitzt Gottlieb Daimler. (Fotosignatur der Mercedes-Benz Classic Archive: 803931)
Wilhelm Maybach (9 February 1846 to 29 December 1929), second from the right, on a trip aboard the motorboat driven by a Daimler engine on the River Neckar near Cannstatt in 1886. Gottlieb Daimler is seated on Maybach’s left. (Photo signature in the Mercedes-Benz Classic archive: 803931)

 

Sebagai seorang direktur teknis di DMG, Wilhelm Maybach terus memberikan penemuan penting. Kesuksesan cemerlangnya mengukuhkan julukan kehormatan Maybach: “Raja Desainer”.  Setelah meninggalkan DMG, Maybach menerima banyak penghargaan atas pencapaian seumur hidupnya: Kerajaan Württemberg menunjuknya sebagai Inspektur Bangunan Kerajaan pada tahun 1915, kemudian pada tahun 1916 ia dianugerahi gelar doktor kehormatan oleh Institut Teknologi Stuttgart. Terakhir, pada tahun 1922, Asosiasi Insinyur Jerman (VDI) memberikannya medali emas Grashof yang merupakan penghargaan tertinggi Asosiasi. Wilhelm Maybach meninggal dunia pada tanggal 29 Desember 1929. Ia dimakamkan di pemakaman Cannstatt’s Uff, di mana tempat Gottlieb Daimler juga dimakamkan. Di tahun terakhir hidupnya, Maybach sempat menyaksikan penerbangan kapal udara LZ 127 “Graf Zeppelin” keliling dunia. Pesawat itu digerakkan oleh mesin dua belas silinder Maybach, yang telah dirancang oleh Karl Maybach. Pada tahun 1996, ia masuk dalam daftar “Automotive Hall of Fame” dan pada tahun 2004 masuk dalam “European Automotive Hall of Fame“.

Teknik otomotif di Maybach berakhir pada tahun 1941. Namun, pada tahun 2002 nama legendaris tersebut terlahir kembali sebagai merek mewah yang pada saat itu bernama, Daimler Chrysler AG. Model seri 240 Maybach 62 dan sedan mewah Maybach 57 mendefinisikan kembali standar di puncak teknik otomotif. Pada November 2014, Mercedes-Maybach S-Class (model seri 222) merayakan penayangan perdana dunianya. Sejak saat itu, merek ini dikenal sebagai kendaraan yang sangat eksklusif, memberikan tingkat kenyamanan yang unik dan desain yang elegan – berdasarkan teknologi mutakhir. Debut Mercedes-Maybach S 600 Pullman (2015) dan S 600 Pullman Guard dengan perlindungan khusus (2016) juga menjadi pusat perhatian. Mercedes-Maybach S-Class model seri 223 telah melanjutkan tradisi yang luar biasa ini sejak akhir tahun 2020. Mercedes-Maybach GLS 600 4MATIC juga merupakan bagian dari jajaran kendaraan eksklusif merek (konsumsi bahan bakar gabungan: 12.0 l / 100 km; emisi CO2 gabungan: 275 g / km).

Di Indonesia, Mercedes-Maybach S 560 saat ini dilengkapi dengan mesin 3.982 cc V8 bertenaga 469 hp dan tersedia dengan harga Rp. 6.715.000.000 (off-the-road).

Mercedes-Maybach S 560; Exterieur: Zweifarblackierung Aragonitsilber/Anthrazitblau;Kraftstoffverbrauch kombiniert: 8,8 l/100 km, CO2-Emissionen kombiniert: 198 g/km*
Mercedes-Maybach S 560, exterior: aragonite silver/anthracite blue;fuel consumption combined: 8.8 l/100 km, combined CO2 emissions: 198 g/km*

Written by Aditya N.
Image by Mercedes

 

Share :